Sunday, March 3, 2013

Perempuan Tertua di Dunia Misao Okawa

Misao Okawa, seorang perempuan Jepang berumur 114 tahun, yang lahir pada tahun sama 

dengan radium ditemukan, diakui sebagai perempuan tertua di dunia oleh Guinness World 

Records, Rabu
.
Okawa yang lahir dari seorang pedagang pakaian pada 1898 dan sekarang tinggal di kota 

barat, Osaka, menerima sertifikat pengakuan atas statusnya itu dan mengaku senang.

"Mengingat segalanya, itu cukup bagus," katanya kepada satu pertemuan di panti jompo di 

mana ia berada, demikian seperti yang dikutip dari Reuters.

Okawa, yang menurut media Jepang tidak pernah menderita penyakit parah dalam hidupnya, 

menikah pada tahun 1919 dan memiliki tiga anak, empat cucu, dan enam cicit.

Penghargaan ini merupakan hadiah ulang tahun lebih awal bagi Okawa. Dia ternyata genap 

115 tahun pekan depan pada 5 Maret.

Menurut data pemerintah yang dirilis tahun lalu, Jepang memiliki lebih dari 50.000 warga yang 

berumur 100 tahun atau lebih.

Data ini memperkuat reputasi Jepang yang memiliki penduduk berumur panjang. Pria tertua di 

dunia juga di Jepang, Jiroemon Kimura yang kini berusia 115 tahun.

sumber : Bpos online

Saturday, March 2, 2013

Apartemen Seukuran "Peti Mati" Sewanya Rp 5,8 Juta Sebulan - See more at: http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/03/03/apartemen-seukuran-peti-mati-sewanya-rp-58-juta-sebulan#sthash.7YSArutt.dpuf

Apartemen-apartemen itu hampir tidak cukup besar untuk menampung tubuh satu orang. 

Namun, apartemen sangat mini seukuran peti mati di pusat kota Tokyo itu tarif sewanya 

mencapai Rp 5,8 juta per bulan.




Tokyo merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Untuk mengakali masalah perumahan 

yang kronis, para pemilik rumah telah mengembangkan apa yang dikenal sebagai "geki-

sema" atau berbagi rumah.

Apa yang disebut apartemen itu sedikit lebih besar dari lemari. Bentuknya berupa bilik-bilik 

kecil yang ditumpuk satu di atas yang lain dengan ruang cukup untuk satu orang dan beberapa 

barang milik mereka. Bahkan, banyak yang tidak memiliki jendela dan pintu. Orang yang 

tingginya lebih dari 1,8 meter akan kesulitan untuk meregangkan kaki mereka.

Kebanyakan tempat-tempat itu digunakan para profesional muda yang menghabiskan 

sebagian besar waktunya di tempat kerja dan di luar rumah. Mereka menggunakan akomodasi 

kecil ini hanya untuk tidur.

Foto-foto tentang apartemen di distrik Shibuya, Tokyo, itu bersumber dari sebuah program

Sumber : kompas.com